Hasrul Hasan

Reka Cipta Dalam Perspektif Kreativiti

728x90

Polisi dan Mahasiswa Makassar perang batu









Foto Antara Yusran Uccang.


Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Makassar bentrok dengan aparat kepolisian di depan kampus mereka di Jalan Sultan Alauddin, Senin (17/11). Bentrokan berawal saat mahasiswa melakukan aksi pelemparan batu ke arah aparat. Polisi pun menghalau dengan merangsek ke arah mahasiswa yang berunjuk rasa.
Perang batu terjadi hingga 3 kali. Pertama kali terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Terulang lagi pukul 10 45 Wita. Polisi, baik yang berpakaian lengkap dengan tameng maupun tanpa perlengkapan mencoba merangsek masuk kampus, namun dihadang oleh mahasiswa dengan lemparan batu. Tak mau kalah, membalas lemparan batu tersebut yang disaksikan langsung Kapolres Makassar Timur AKBP Kamaruddin.
Aksi ini dipicu adanya kabar seorang mahasiswa bernama Basir, tertembak aparat. Mahasiswa jurusan Fakultas Ilmu Sosial Polirik itu dikabarkan mengalami luka tembak di pelipis kanan, saat polisi melakukan razia balapan liar di jalan veteran, Makassar minggu dini hari lalu.
Kepada rekan saya yang juga kontributor Sun tv Basir, mengaku tertembak saat berboncengan dengan seorang perempuan, Martha. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Faisal, tapi kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara.
Sementara Dokter forensik di RS Bhayangkara dr Mauluddin M, mengatakan luka dipelipis Basir bukan akibat peluru, tetapi benda tumpul bertepi. Dugaan ini didasarkan luka robek dan memar tidak maksimal akibat luka lecet geser.
Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar, Komisaris Besar Burhanuddin Andi juga membatah Basir ditembak. "Sama sekali tidak ada tembakan dari petugas saat itu, lagian tidak ada yang mendengar suara tembakan," kata dia. Tapi, kata dia, polisi belum memeriksa saksi atau meminta keterangan karena belum ada laporan.
Akibat kejadian ini, puluhan mahasiswa berunjuk rasa. Mereka menganggap luka didahi Basir akibat tembakan polisi. Pendemo berorasi dan membakar ban bekas di tengah Jalan Sultan Alauddin hingga sempat memacetkan arus lalu lintas. Hari ini aksi mahasiswa berlanjut.
Sementara itu Warga Makassar, Sulawesi Selatan, mengecam unjuk rasa mahasiswa yang diwarnai aksi kekerasan dan anarkisme. Selain merugikan masyarakat, unjuk rasa seperti itu bukan cerminan sikap mahasiswa yang seharusnya mengandalkan otak bukan otot.
Atas nama solidaristas, mahasiswa Universitas Muhammadiyah serta Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar beraksi dengan memblokade jalan, melawan aparat, dan mengganggu keteriban umum.
Bahkan bak jawara, para mahasiswa mencari polisi untuk digebuki. Satu rombongan pengantar jenazah yang merasa dihalangi pun marah dan balik menyerang mahasiswa Universitas Islam Negeri Aulaudin yang juga melakukan aksi serupa dengan mahasiswa Unismuh Makassar yang jarak kedua kampus hanya sekitar 500 meter.
Sudah seharusnya Polisi dan Mahasiswa di Makassar Instrospeksi diri. Polisi juga harusnya lebih persuasif dalam mengamankan sebuah aksi unjuk rasa dengan menjalankan protap yang ada.
Label:
Reaksi:

Posting Komentar

[blogger]

Hasrul

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget