Hasrul Hasan

Reka Cipta Dalam Perspektif Kreativiti

728x90

Mahasiswa UMI Bentrok Lagi, 1 Kritis


Antara foto (Yusran uccank)








Mahasiswa UMI Bentrok Lagi, 1 Kritis
Libatkan Fakultas Teknik dengan Mapala; Korban Luka Terkena Tebasan Parang dan Anak Panah; Korban Luka Tiga Orang; Polisi Amankan Pistol, Papporo, Parang, Badik, dan Senjata Lainnya

Makassar, Tribun - Dua kelompok mahasiswa di Universitas Muslim Indonesia (UMI) terlibat bentrok di kampus mereka, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (6/11) sore.
Bentrokan melibatkan mahasiswa fakultas teknik dengan mahasiswa yang tergabung di unik kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UMI.
Akibat bentrokan tersebut, seorang mahasiswa fakultas teknik, Fajrin (25), mengalami luka parah akibat terkena tebasan parang dan anak anak panah di bagian leher. Hingga tadi malam, korban masih kritis di Rumah Sakit Ibnu Sina.

Dua mahasiswa teknik lainnya, Al Gazali (22) dan Bombong (23), juga menderita luka akibat bentrokan tersebut dan dilarikan RS Ibnu Sina. Namun luka keduanya tak separah Fajrin.
Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Kapolresta Makassar Timur, AKBP Kamaruddin, yang datang ke lokasi mengatakan, polisi sudah menyita sejumlah senjata tajam dan senjata rakitan, termasuk dua pistol dan dua papporo, sudah diamankan polisi.
Sedangkan Pembantu Rektor III UMI, Mas'ud Sar Msc, mengatakan, pimpinan universitas sangat menyayangkan kasus yang disebutnya memalukan itu.
"UMI adalah tempat untuk menuntut ilmu, bukan ajang tawuran. Kami sangat kecewa dengan tindakan seperti ini,"kata Mas'ud.
Ini adalah tawuran kesekian yang melibatkan mahasiswa di Makassar. Tiga hari sebelumnya, dua kelompok mahasiswa Universitas 45 Makassar juga terlibat tawuran di kampus mereka.



Dipicu Pamlet
Informasi yang dihimpun di Kampus UMI menyebutkan, aksi tawuran dipicu oleh pemasangan pamflet yang dilakukan sekelompok anggota Mapala di kawasan fakultas teknik, Rabu (5/11).
Sekelompok mahasiswa fakultas teknik tidak menerima pemasangan spanduk tersebut sehingga jadi adu mulut. Namun aksi perkelahian masih bisa dilerai oleh petugas satpam kampus.
Namun keesokan harinya, tiba-tiba sekretariat Mapala yang terletak tidak jauh dari gedung fakultas teknik diserang oleh orang.
Versi seorang saksi, penyerangan dilakukan oleh Fajrin, Gazali, dan Bombong. Fajrin bahkan menghunus badik sambil mengejar anak-anak Mapala yang berhamburan.
Penyerangan terjadi di saat anggota Mapala sedang merayakan ulang tahun organisasi mereka. Puluhan anggota Mapalaberlari menyelamatkan diri hingga ke pintu gerbang UMI di Jl Urip Sumoharjo.
Namun setelah berkumpul di dekat gerbang kampus, giliran anggota Mapala yang berbalik menyerang Fajrin cs yang sudah berada di tengah Jl Urip Sumoharjo.
Karena jumlah yang tak seimbang, Fajri, Gazali, dan Bombong menjadi sasaran amukan anggota Mapala.



Fajrin pun tergeletak di atas aspal dengan luka parah di bagian leher belakang yang terkena tebasan parang dan bagian perut tertancap anak panah.
Sejumlah polisi dan staf kampus menolong korban yang saat itu masih memegang sebilah badik. Polisi kemudian mengamankan badik tersebut dan membawa korban ke RS Ibnu Sina.
Sedangkan Gazali dan Bombon yang juga terkena anak panah di bagian perut dan kepala masih kuat berjalan ke RS Ibnu Sina yang hanya dipisahkan jalan dengan kampus UMI.
Melihat kejadian tersebut, puluhan mahasiswa fakultas teknik menyerang sekretariat Mapala. Namun aksi tersebut tidak berlangsung lama karena ratusan polisi dari Polwiltabes Makassar dan Polresta Makassar Timur langsung membubarkan aksi tersebut.
Puluhan polisi patroli bermotor (patmor) juga masuk ke dalam Kampus UMI membubarkan aksi tersebut. Sejumlah kawasan di dekat sekretariat Mapala kemudian disisir polisi. Hasilnya, polisi menemukan puluhan senjata yang digunakan oleh kedua kelompok.
selain senjata api rakitan, polisi juga mengamankan belasan parang panjang, sebuah tongkat yang berisi besi tajam, satu panah yang terbuat dari bambu, empat anak panah dari besi, dan ketapel.
Saat sebelum insiden berdarah tersebut, puluhan polisi sudah berjaga- jaga depan kampus Universitas 45 yang tak jauh dari kampus UMI menyusul informasi yang menyebutkan tawuran kembali akan pecah di kampus tersebut.
Beberapa mahasiswa 45 juga sudah sempat saling lempar dalam skala kecil. Namun aksi tersebut berhasil dihalau petugas. Namun tanpa diduga tawuran justru terjadi di kampus UMI
Menurut Kapolsekta Panakukang AKP Satria, pihak kepolisian masih menyelidiki apa penyebab dan siapa pelaku dari tawuran ini, selain itu belum ada mahasiswa yang diamankan.
Label:
Reaksi:

Posting Komentar

[blogger]

Hasrul

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget