Hasrul Hasan

Reka Cipta Dalam Perspektif Kreativiti

728x90

Fatamorgana

"Fatamorgana" aku mengenal kata ini ketika duduk di bangku sekolah dasar, itu pun sudah masa-masa akhir.
Fatamorgana. Sebuah kata yang semula cukup asing di telingaku, telinga anak-anak. Namun setelah mengenal kata itu, dengan mudah aku mengingatnya. Mungkin karena aku sangat menyukai kata itu. Bahkan, lambat laun malah jadi sebuah kata favoritku sekaligus sebuah kata yang penuh teka-teki.

Ketika itu guruku mejelaskan istilah "fatamorgana", ia memberi contoh berupa genangan air yang seolah-olah terlihat di atas aspal yang terpanggang terik matahari. Ketika itu, satu yang ada di benakku, aku ingin membuktikan sendiri. Wajar, aku belum begitu percaya dengan keterangan guruku. Tapi setelah aku melihatnya sepulang sekolah pada suatu siang yang teramat panas aku baru percaya.

Hmm.. akhirnya aku percaya, ternyata guruku itu benar. Fatamorgana itu ada, meskipun akhirnya aku mesti kecewa karena begitu kudekati, genangan air itu lenyap. Tapi pengalaman itu bukannya membuatku puas, melainkan malah kian membuatku penasaran.

Beberapa tahun terakhir ini aku hampir saja melupakan peristiwa itu, saat kali pertama aku melihat fatamorgana itu. Untunglah, suatu ketika aku kembali diingatkan pada peristiwa itu, yaitu ketika aku mulai menyukai salah seorang temanku.
Mungkin aku jatuh cinta, saat itulah kembali kulihat fatamorgana di wajah teman ku itu.

Aku jadi ingin tertawa jika teringat bahwa telah puluhan kali aku jatuh cinta, geli rasanya pasalnya, cintaku selalu kandas di tengah jalan hanya karena orang yang kucintai sebenarnya aku lebih suka menyebut mereka "pacar" tak pernah bisa memberi jawaban yang memuaskan, ketika kutanya apa arti cinta. Jadi, jangan heran, jika kemarin kutanyakan kepadamu arti cinta. Itu artinya aku telah jatuh cinta kepadamu.....

Mungkin sekadar buat alasan agar kau lebih percaya bahwa tak ada niatan apa pun mengapa kutanyakan cinta padamu, karena hari ini tak kulihat dia dimatamu. Yah, aku tak melihat cinta di matamu. Ke mana gerangan dia? Meninggalkanmukah? Semoga tidak! Semoga ini hanya fatamorgana.

Fatamorgana, lagi-lagi fatamorgana!
Reaksi:

Posting Komentar

[blogger]

Hasrul

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget